148 Ribu SD Terima Bantuan Digitalisasi Pembelajaran 2026, Sekolah Wajib Lakukan Verval Data Sebelum 13 Juni

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar kembali melanjutkan Program Digitalisasi Pembelajaran pada tahun 2026. Program ini menyasar sebanyak 148.961 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia untuk mendukung pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

Agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, setiap sekolah diwajibkan mengikuti proses verifikasi dan validasi (verval) data. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh informasi yang digunakan dalam penyaluran bantuan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah menegaskan bahwa ketepatan data menjadi faktor utama dalam menentukan kelancaran distribusi bantuan digitalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah diminta segera melakukan pengecekan dan pembaruan data sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Bantuan Digitalisasi Menjangkau Hampir 149 Ribu SD

Program digitalisasi pembelajaran merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui pemanfaatan teknologi.

Pada tahun 2026, jumlah sekolah yang menjadi sasaran program mencapai 148.961 SD. Angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembelajaran berbasis digital hingga ke berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program ini, sekolah akan memperoleh dukungan perangkat dan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.

Verval Menjadi Tahap Penting Sebelum Penyaluran Bantuan

Sebelum bantuan diberikan, sekolah harus menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data yang telah disiapkan oleh Direktorat Sekolah Dasar.

Tahapan ini bertujuan memastikan seluruh data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi sekolah saat ini.

Selain mendukung ketepatan sasaran, proses verval juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Dengan data yang akurat, setiap tahapan penyaluran bantuan dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan secara lebih baik.

Cara Sekolah Melakukan Verval Digitalisasi Pembelajaran

Proses verifikasi dilakukan secara online melalui portal resmi yang telah disediakan oleh Direktorat Sekolah Dasar.

Sekolah dapat mengakses laman berikut:

https://digpem-sd.kemendikdasmen.go.id

Melalui portal tersebut, sekolah perlu melakukan pengecekan data yang telah tersedia dalam sistem.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian informasi, sekolah harus terlebih dahulu melakukan pembaruan melalui sistem Dapodik sebelum melanjutkan proses verval.

Tahapan Verifikasi yang Harus Diselesaikan Sekolah

Terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan selama proses verifikasi.

Berikut tahapan yang harus diselesaikan:

  1. Login ke portal digitalisasi pembelajaran.
  2. Memeriksa data sekolah yang tersedia.
  3. Melakukan verifikasi kesesuaian data.
  4. Memperbarui data melalui Dapodik jika diperlukan.
  5. Mengonfirmasi kesediaan menerima bantuan.
  6. Mengunggah surat pernyataan kesediaan menerima bantuan.
  7. Menyelesaikan seluruh proses sesuai jadwal yang ditentukan.

Setiap tahapan perlu dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kendala saat proses validasi berikutnya.

Sekolah Diminta Berkomitmen Mengelola Bantuan

Selain melakukan verifikasi data, sekolah juga diminta menunjukkan komitmen dalam pemanfaatan bantuan yang akan diterima.

Komitmen tersebut mencakup:

  • Menggunakan perangkat sesuai tujuan program.
  • Memanfaatkan bantuan untuk mendukung pembelajaran.
  • Merawat perangkat secara bertanggung jawab.
  • Menjaga keberlangsungan pemanfaatan teknologi di sekolah.

Langkah ini dianggap penting agar bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak positif terhadap proses belajar peserta didik.

Peran Dinas Pendidikan dalam Program Ini

Setelah sekolah menyelesaikan tahap verifikasi, proses selanjutnya dilakukan oleh Dinas Pendidikan.

Dinas memiliki tugas untuk melakukan validasi data yang telah diverifikasi oleh sekolah.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga bertanggung jawab memastikan seluruh sekolah di wilayahnya telah menyelesaikan proses verval sebelum tahap validasi ditutup.

Apabila masih terdapat sekolah yang belum menyelesaikan verifikasi, proses validasi di tingkat kabupaten atau kota belum dapat diselesaikan sepenuhnya.

BBPMP dan BPMP Ikut Mengawasi Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan program digitalisasi pembelajaran, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) juga memiliki peran penting.

Kedua lembaga tersebut bertugas memantau perkembangan pelaksanaan verval di wilayah masing-masing.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan tidak mengalami hambatan yang dapat mengganggu proses penyaluran bantuan.

Jadwal Verval Digitalisasi Pembelajaran 2026

Direktorat Sekolah Dasar telah menetapkan jadwal pelaksanaan verifikasi dan validasi data.

Berikut jadwal penting yang perlu diperhatikan:

KegiatanJadwal
Sosialisasi kepada BB/BPMP11 Mei 2026
Sosialisasi kepada Dinas Pendidikan12 Mei 2026
Pelaksanaan Verval Sekolah13 Mei – 13 Juni 2026

Sekolah diimbau untuk tidak menunda proses verifikasi hingga mendekati batas akhir pelaksanaan.

Mengapa Sekolah Tidak Boleh Menunda Verval?

Masih banyak satuan pendidikan yang cenderung menunggu hingga menjelang batas waktu untuk menyelesaikan proses administrasi.

Padahal keterlambatan verval dapat berdampak pada proses validasi di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Semakin cepat sekolah menyelesaikan verifikasi, semakin mudah pula proses koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan lembaga terkait lainnya.

Selain itu, data hasil verval juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyaluran bantuan digitalisasi pembelajaran.

Gunakan Akun Kepala Sekolah Saat Verifikasi

Ada beberapa ketentuan teknis yang wajib diperhatikan selama proses verifikasi berlangsung.

Salah satunya adalah penggunaan akun Dapodik kepala satuan pendidikan.

Akun tersebut menjadi identitas resmi yang digunakan untuk melakukan seluruh proses verifikasi data dalam sistem digitalisasi pembelajaran.

Karena itu, sekolah perlu memastikan akun yang digunakan aktif dan dapat diakses dengan baik sebelum memulai proses verval.

Segera Perbarui Data Jika Ada Ketidaksesuaian

Pemerintah mengingatkan sekolah agar tidak langsung melakukan konfirmasi apabila menemukan data yang tidak sesuai.

Langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah memperbarui informasi melalui Dapodik.

Beberapa data yang perlu diperiksa antara lain:

  • Identitas sekolah.
  • Data peserta didik.
  • Data kepala sekolah.
  • Data sarana dan prasarana.
  • Informasi pendukung lainnya.

Ketepatan data menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.

Digitalisasi Bukan Sekadar Pengadaan Perangkat

Banyak pihak masih menganggap program digitalisasi pembelajaran hanya berkaitan dengan pemberian perangkat teknologi.

Padahal tujuan yang ingin dicapai jauh lebih luas.

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang mencakup berbagai aspek, seperti:

  • Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
  • Ketersediaan konten digital.
  • Lingkungan belajar yang mendukung.
  • Penguatan literasi digital.
  • Pengembangan kemampuan numerasi.
  • Peningkatan pemahaman sains.

Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Membangun Pembelajaran yang Lebih Interaktif

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membuka peluang bagi terciptanya pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif.

Peserta didik tidak hanya memperoleh materi dari buku teks, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital yang lebih beragam.

Selain memperluas akses terhadap informasi, teknologi juga membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Karena itu, keberhasilan program digitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah perangkat yang diterima sekolah, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Data yang Akurat Menentukan Keberhasilan Program

Program bantuan digitalisasi pembelajaran tahun 2026 menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat transformasi pendidikan dasar di Indonesia. Dengan sasaran mencapai 148.961 sekolah dasar, pemerintah berharap teknologi dapat menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Agar bantuan dapat diterima oleh sekolah yang tepat, proses verifikasi dan validasi data menjadi tahap yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, seluruh sekolah yang masuk dalam sasaran program diharapkan segera menyelesaikan verval sebelum batas waktu 13 Juni 2026 dan memastikan seluruh data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah swasta di Kalimantan. Suka menulis di media digital yang ada di Indonesia.

Leave a Comment